Cerita Inspirasi 1

Nama : Mohammad Wahyu Dewanto

NRP : E44100001

Laskar 4

Mengambil Ilmu Tersirat Dari Sebuah Pensil

Karya : Mohammad Wahyu Dewanto

Ada beberapa pelajaran yang tidak banyak orang ketahui, kita bukan hanya belajar dari ilmu-ilmu akhirat saja, melainkan kita juga harus mempelajari yang namanya ilmu kauniyah, yaitu ilmu yang yang tersirat, yang ada dialam semesta ini. Oleh karena itu, kita juga harus mencari hikmah mengapa Allah menciptakan sesuatu.

Saya disini akan membahas ilmu kauniyah yang terdapat pada sebuah pensil. Mengapa demikian? Karena ada sifat pensil yang perlu kita miliki.

Ketika terdapat suatu kesalahan dalam menulis, tak perlu diperintahkan, kita langsung segera mengambil sebuah penghapus, lalu kita hapus kata-kata yang salah itu. Kita hapus secara perlahan kata-kata yang salah itu dengan lemah lembut, agar tidak merobek kertas itu pula. Hasilnya kata-kata tersebut sudah terhapus dan kertas tersebut kembali menjadi bersih semula.

Ketika seseorang melakukan sebuah kesalahn kepada orang lain, sebaiknya tak perlu berlama-lama untuk segera mengucapkan kata maaf. Dengan meminta maaf yang lemah lembut, penuh keikhlasan dan rasa khilaf, kesalahan kita pun akan dimaafkan oleh mereka. Terhapuslah kesalahan kita itu, seandainya kebiasaan ini kita lakukan setiap waktu, maka sebuah buku bersih dan asri lah menggambarkan hati kita.

Cerita Inspirasi 2

Nama : Mohammad Wahyu Dewanto

NRP : E44100001

Laskar 4

Hidup Sebagai Seekor Ulat

Karya : Mohammad Wahyu Dewanto

Setiap manusia pada umumnya bila melihat seekor ulat, mereka segera menjauhi ulat tersebut. Jarang sekali ada seseorang yang menyukai seekor ulat, hewan yang tidak mendatangkan manfaat bila dipandang dari sebelah mata setiap orang. Dibalik sebelah mata itu, sebenarnya ada ayat kauniyah yang perlu kita telaah bersama.

Ketika seekor ulat menyadari bahwa ia tidak banyak disukai oleh orang-orang, ia mulai berpikir dan mencari-cari apa yang menyebabkan ia dibenci banyak orang. Ia mengurung dirinya didalam sebuah kantung keruh, ia berpikir didalamnya, apa sebenarnya kekurangan yang melekat pada dirinya itu. Ketika ia sudah mengetahui bahwa kekurangannya terletak pada bentuk tubuhnya. Akhirnya ia berusaha keras untuk merubah bentuk tubuhnya itu, menjadi sesuatu yang membuat kagum setiap orang. Berhasil lah ia memperbaiki dan menutupi kekurangan yang ada pada dirinya menjadi seekor kupu-kupu.

Begitu pula dengan manusia, ketika ia di benci, tidak disukai oleh orang lain, memiliki sebuah kekurangan pada dirinya, maka berpikirlah, sadar bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan. Menutupi sebuah kekurangan yang ada pada diri kita bukanlah hal yang tak mungkin. Oleh karena itu, carilah kekurangan yang ada pada diri kita, rubah kekurangan itu menjadi kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Cerita Inspirasi 1

Nama : Mohammad Wahyu Dewanto

NRP : E44100001

Laskar 4

Mengambil Ilmu Tersirat Dari Sebuah Pensil

Karya : Mohammad Wahyu Dewanto

Ada beberapa pelajaran yang tidak banyak orang ketahui, kita bukan hanya belajar dari ilmu-ilmu akhirat saja, melainkan kita juga harus mempelajari yang namanya ilmu kauniyah, yaitu ilmu yang yang tersirat, yang ada dialam semesta ini. Oleh karena itu, kita juga harus mencari hikmah mengapa Allah menciptakan sesuatu.

Saya disini akan membahas ilmu kauniyah yang terdapat pada sebuah pensil. Mengapa demikian? Karena ada sifat pensil yang perlu kita miliki.

Ketika terdapat suatu kesalahan dalam menulis, tak perlu diperintahkan, kita langsung segera mengambil sebuah penghapus, lalu kita hapus kata-kata yang salah itu. Kita hapus secara perlahan kata-kata yang salah itu dengan lemah lembut, agar tidak merobek kertas itu pula. Hasilnya kata-kata tersebut sudah terhapus dan kertas tersebut kembali menjadi bersih semula.

Ketika seseorang melakukan sebuah kesalahn kepada orang lain, sebaiknya tak perlu berlama-lama untuk segera mengucapkan kata maaf. Dengan meminta maaf yang lemah lembut, penuh keikhlasan dan rasa khilaf, kesalahan kita pun akan dimaafkan oleh mereka. Terhapuslah kesalahan kita itu, seandainya kebiasaan ini kita lakukan setiap waktu, maka sebuah buku bersih dan asri lah menggambarkan hati kita.